SABTU, 14 MAR 2026, 11:24:00
TIME Indonesia
Headline
● Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun ● Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT ● KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat ● Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor ● Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia ● Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029 ● Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi ● Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama ● Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa ● Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit ● Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan ● Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati ● Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah ● Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset ● Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo ● Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa? ● Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup ● Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan ● Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan ● SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAUT MERAH ● Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun ● Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT ● KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat ● Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor ● Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia ● Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029 ● Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi ● Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama ● Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa ● Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit ● Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan ● Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati ● Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah ● Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset ● Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo ● Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa? ● Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup ● Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan ● Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan ● SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAUT MERAH
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor
Politik Redaksi - 19:09:01, 17 Sep 2026

Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank J...

Time-Indonesia.my.id, Jakarta -- Komitmen ikut bangun Jakarta Bersinar dan mendukung Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung benahi Jakarta, Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara akan kritisi Bank Jakarta, BUMD dan sejumlah Dinas yang masih melakukan penyalahgunaan wewenang (abuse of power). Akan luncurkan Kotak Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat Jakarta"Membangun kota Jakarta Bersinar sebagaimana Jargon Kampanye Pramono-Rano selain menata pembangunan yang baik, telapi juga perlu pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntable. Untuk itu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung harus didukung dengan memberi masukan yang kritis dan konstruktif," tegas Ketum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta.Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi menjawab pertanyaan media tentang agenda besar Ormas Madas Nusantara di usianya kedua (19 Oktober 2026) guna turut membangun kota Jakarta, mengingat warga Madura yang bermukim di Jakarta bisa menyentuh angka 500 ribu orangSebagaimana diketahui masyarakat luas, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ Pemenangan Pramono-Rano pada Pilgub 2024. Ormas Madas Nusantara bergerak mandiri tanpa didukung logistik dan juga tidak meminta jatah di Pemerintahan Pramono-Rano. Ormas Madas Nusantara hanya meminta agar warga Madura di Jakarta jangan dipinggirkan dalam proses pembangunan kota Jakarta."Prinsip warga Madura adalah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Karena warga Madura mencari nafkah dan penghidupan di Jakarta, untuk itu Ormas Madas Nusantara berkomitmen ikut menciptakan stabilitas dan kondusifitas Kota Jakarta dengan turut mengawal berbagai kebijakan Pramono yang baik," tutur Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu.Lebih lanjut menurut Jusuf Rizal, Intelijen Rakyat Semesta (IRS) Madas Nusantara telah menemukan sejumlah dugaan adanya penyalahgunaan wewenang (abuse of power) di Bank Jakarta, BUMD maupun Dinas-Dinas, misalnya per-Parkiran, dll. Ormas Madas Nusantara akan fokus dalam pengawasan ituDikatakan guna melakukan pengawasan, Ormas Madas Nusantara akan mengajak ormas yang asli Betawi, seperti FBR (Forum Betawi Rempug), Forkabi (Forum Komunikasi Anak Betawi), dll. Dengan APBD sekitar Rp 79,56 trilyun, diperlukan adanya pengawasan internal maupun eksternal agar pengelolaan dana benar-benar profesional, transparan dan akuntableBerdasarkan catatan redaksi Ormas Madas Nusantara dibawah pimpinan tokoh Madura bertangan dingin, Jusuf Rizal dengan usia menuju dua tahun, sudah maju pesat dengan anggota puluhan ribu yang tersebar se-Nusantara hingga luar negeri.Ormas Madas Nusantara menggagas berdiri Bamus Madura (Badan Musyawarah Madura). Membuat Program Sedekah Satu Juta Al Quran. Kini, organisasi tersebut fokus guna mempersiapkan SDM berkualitas untuk Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkakan dengan investasi sekitar Rp 5,7 trilyun itu. Baca selengkapnya
Ormas Madas Nusantara Dukung Pemerintah Bangun Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan Kendati BASSRA Dan 45 Ulama dan Habaib Menolak
Politik Redaksi - 13:00:00, 18 Aug 2026

Ormas Madas Nusantara Dukung Pemerintah Bangun Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkala...

Time-Indonesia.my.id, Jakarta - Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara berbeda pemikiran dengan Bassra (Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura) dan 45 ulama dan habaib Madura. Jika Bassra dan 45 Ulama dan Habaib se-Madura menolak, Ormas Madas Nusantara justru mendukung investasi Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan."Kami memberi dukungan kepada pemerintah yang membawa investor asing untuk membangun Pulau Madura yang merupakan daerah ter-miskin se-Jawa Timur. Hanya dengan masuknya investasi Pulau Madura dan Masyrakatnya maju dan sejahtera," tegas Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta.Menurut Jusuf Rizal, pria keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja, Relawan Prabowo Subianto itu, penolakan Bassra dan 45 ulama dan habaib itu tidak memiliki dasar yang kuat. Miris juga ulama dan habaib mengatasnamakan ulama Se-Madura melakukan penolakan, tanpa ada kajian dan analisa komprihensip. Sikap itu menunjukkan aragansi, jauh dari objektivitas dan picik."Ormas Madas Nusantara menilai penolakan Bassra dan 45 Ulama dan Habaib, mengandung mens rea (niat tidak baik). Mencari-cari alasan dan ujung-ujung diduga transaksional. Kebiasaan yang justru merusak citra ulama dan habaib Madura jadi jelek," tutur Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat)-- LSM terbesar dan terbanyak cabang dengan rekor Muri -- ituDikatakan tidak sedikit oknum ulama dan habaib itu setelah bicara keras, tapi begitu di lobby melempem. Contohnya, saat politisi PKS, Aboebakar Al Habsy, menyebut diduga pesantren Madura terlibat peredaran Narkoba, awalnya oknum ulama dan habaib garang bicara. Tapi IRS (Intelijen Rakyat Semesta) Madas Nusantara menemukan sedikitnya 20 oknum ulama dan habaib dilobby AboebakarOknum ulama dan habaib itu diboyong ke Kantor DPP PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Entah tujuan untuk apa oknum ulama dan habaib diboyong ke Jakarta. Informasi menyebutkan oknum ulama dan habaib itu sudah dibungkam agar tidak bersuara. Ujung-ujungnya konon mereka menerima paket logistik untuk tidak bicara. Pahadal ini masalah moralitas."Jadi Madas Nusantara hornat pada ulama dan habaib yang masih memiliki adab, etika dan moral yang baik. Bukan pada oknum yang bawa-bawa nama ulama dan habaib, namun kelakuannya hanya bertujuan untuk kepentingan pribadi, transaksional dan logistik Banyak yang tidak memiliki idealisne," tegas Jusuf Rizal, salah satu tokoh terkemuka Madura asal Pamekasan itu.Dalam kontek hadirnya investasi asing di Pulau Madura, Ormas Madas Nusantara menyebutkan tidak banyak keterkaitan Bassra dan 45 Ulama dan Habaib. Mereka semestinya fokus pada pengembangan pesantren, membina ahlak dan moral, membenahi manajemen pesantren termasuk masalah spiritual. Tidak kegatelan urusan investasi dan politik.Ulama dsn Habaib itu seharusnya tidak intervensi pada kepentingan usaha guna memajukan Pulau Madura, sebab Pulau Madura itu bukan milik Bassra maupun 45 ulama dan habaib itu. Masyarakat Pulau Madura butuh pekerjaan, butuh kemajuan dan kesejahteraan. Tidak terperangkap dengan situasi di daerah Pulau Madura yang dianggap sebagai daerah termiskin se-Jawa Timur"Maka kehadiran Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan, merupakan salah satu solusi membangun Pulau Madura. Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya sekedar bicara menolak, tapi bagaimana mempersiapkan dalam mempersiapkan opportunity agar berbagai peluang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan masyarakat dan pulau Madura, seperti mempersiapkan SDM berkualitas. Bukan ribut sok kuasa," tegas Jusuf RizalBerdasarkan catatan redaksi Ormas Madas Nusantara merupakan organisasi ke-Maduraan guna mewadahi masyarakat Madura di perantauan se-Nusantara dan luar negeri. Ormas ini digagas Jusuf Rizal, bersama tokoh Madura lainnya untuk komunikasi, koordinasi, konsolidasi, kolaburasi, dan silaturahmi serta pengembangan jaringan usaha.Ormas Madas Nusantara bermitra dengan TNI POLRI dalam membangun Indonesia dan menjaga negeri melalui program Bina-Lindung-Sejahtera. Ormas Madas Nusantara membangun SDM berkualiras, bukan ormas preman. Baca selengkapnya
Koalisi Partai Mulai Intensif Bahas Agenda Prioritas Nasional
Politik Fajar Nugroho - 14:06:00, 11 Mar 2026

Koalisi Partai Mulai Intensif Bahas Agenda Prioritas Nasional

Sejumlah partai politik mulai mengintensifkan komunikasi untuk membahas agenda prioritas nasional. Fokus pembahasan meliputi stabilitas kebijakan, penguatan ekonomi, dan strategi pembangunan jangka menengah.

Pengamat menilai komunikasi antarpartai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan publik beberapa waktu ke depan. Baca selengkapnya
Wacana Reformasi Layanan Publik Kembali Jadi Sorotan di Parlemen
Politik Nabila Putri - 14:06:00, 11 Mar 2026

Wacana Reformasi Layanan Publik Kembali Jadi Sorotan di Parlemen

Wacana reformasi layanan publik kembali menjadi sorotan di parlemen. Sejumlah anggota dewan meminta adanya percepatan integrasi layanan agar masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah dan efisien.

Usulan tersebut juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam setiap tahapan implementasi program. Baca selengkapnya
Kalender Hari Ini
-
-
00:00:00
iklan4

Pilihan Editor

Indeks →
Ad
iklan3
TIME Indonesia

Recent Articles