SABTU, 14 MAR 2026, 11:24:00
Headline
●
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
●
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT
●
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat
●
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor
●
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia
●
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
●
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
●
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama
●
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
●
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit
●
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan
●
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
●
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
●
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
●
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo
●
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
●
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
●
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan
●
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan
●
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAUT MERAH
●
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
●
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT
●
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat
●
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor
●
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia
●
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
●
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
●
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama
●
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
●
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit
●
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan
●
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
●
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
●
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
●
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo
●
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
●
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
●
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan
●
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan
●
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAUT MERAH
🔴 Breaking News
Terkini
Featured
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
Redaksi
•
07:24:53, 24 Sep 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Ba...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar....
🔴 Breaking
Politik
Featured
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI...
🔴 Breaking News
Politik
Featured
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
Redaksi
•
12:13:52, 16 Sep 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Kh...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN...
🔴 Breaking News
Terkini
Featured
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan
Redaksi
•
11:29:26, 28 Aug 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selam...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amanka...
🔴 Breaking News
Terkini
Featured
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
Redaksi
•
15:47:00, 19 Aug 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pang...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjad...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI A...
Time-Indonesia.my.id, Garut, - Komitmen Polres Garut dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat kembali dibuktikan.Satuan Reserse Narkoba Polres Garut berhasil mengungkap peredaran obat keras tanpa izin di wilayah Tarogong Kidul dengan mengamankan seorang pelaku beserta ribuan butir obat-obatan yang diduga akan diedarkan secara ilegal.Barang bukti yang diamankan antara lain:• 4.780 butir diduga Tramadol• 326 butir diduga Trihexyphenidyl• 974 butir diduga Hexymer• Uang tunai, alat pendukung peredaran, serta barang bukti lainnya.Pengungkapan ini menjadi bukti nyata keseriusan Polres Garut dalam memutus mata rantai peredaran obat keras ilegal yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.Polres Garut juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok yang masih dalam pengejaran.Mari bersama lindungi keluarga dan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba atau obat keras ilegal, segera laporkan kepada pihak kepolisian.(Tim)
Baca selengkapnya
Gudang Kayu di Kepanjen Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta
Time-Indonesia.my.id, Malang, - Sebuah gudang kayu milik Rofi'i di Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang terbakar pada Kamis sore (30/7/2026). Kebakaran diduga berawal dari sisa pembakaran sampah di sekitar tumpukan kayu.Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.10 WIB di Jl. Imam Bonjol RT 003 RW 01 Dusun Rekesan, Desa Talangagung.Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Dandim 0818/Malang-Batu, api pertama kali diketahui berasal dari sisa pembakaran sampah di dekat tumpukan kayu tidak terpakai. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan gudang yang digunakan sebagai tempat peristirahatan karyawan pengolahan kayu milik Bpk. Rofi'i.Petugas bersama TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat langsung melakukan koordinasi dan evakuasi di lokasi. Upaya pemadaman dan penyelamatan harta benda yang masih bisa diselamatkan dilakukan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Tidak ada warga yang mengungsi.Kerugian yang tercatat berupa 1 unit bangunan gudang terbakar. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta, atau masih dalam proses pendataan lebih lanjut.Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.(Sugeng)
Baca selengkapnya
Selundupkan Ekstasi, Pilot Asing Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Time-Indonesia.my.id, Jakarta - Seorang pilot maskapai penerbangan asing ditangkap petugas gabungan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta atas dugaan penyelundupan puluhan kilogram narkotika jenis ekstasi dan sabu. Penangkapan bermula saat petugas Bea Cukai mencurigai salah satu barang bawaan penumpang melalui pemindaian X-ray di Terminal 3 Kedatangan Internasional pada Selasa (28/7) sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah koper tersebut diambil oleh pemiliknya, petugas segera mengamankan pelaku dan barang bawaannya ke ruang pemeriksaan. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa penggeledahan koper milik pilot tersebut membongkar upaya penyelundupan dalam jumlah besar. Selain menyita barang bukti, petugas juga melakukan pemeriksaan medis terhadap tersangka. Hasil tes urine menunjukkan pilot asing tersebut positif mengonsumsi tiga jenis zat terlarang sekaligus, yaitu sabu, ekstasi, dan kokain.(Tim)
Baca selengkapnya
Polresta Bandung Ungkap Rumah yang Diduga Penyimpanan Obat Keras Satu Orang Diamankan
Time-Indonesia.my.id, BANDUNG - Satres Narkoba Polresta Bandung membongkar sebuah rumah di Perum Buana Cicalengka, Kabupaten Bandung, yang diduga dijadikan gudang penyimpanan dan distribusi obat keras tertentu (OKT) ilegal.
Baca selengkapnya
Pendidikan & Pelatihan Mapala Stacia UMJ Rock Climbing (Natural Climbing)
Time-Indonesia, Bogor - Pada hari Rabu 29 Juli 2026 telah dilaksanakan materi Rock Climbing (Natural Climbing), yaitu kegiatan pemanjatan yang dilakukan pada tebing alami sebagai bagian dari rangkaian pendidikan dan pelatihan anggota Mapala STACIA Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang peserta yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, serta pemahaman mengenai prosedur keselamatan dalam pemanjatan tebing alam.Materi dilaksanakan di Tebing Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang dipilih karena memiliki karakteristik medan yang sesuai untuk pembelajaran teknik dasar hingga lanjutan dalam panjat tebing alam. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini di bawah arahan instruktur dan senior yang telah berpengalaman di bidang panjatj tebing.Selain mempelajari teknik dasar pemanjatan pada tebing alami, peserta juga mendapatkan materi mengenai multi-pitch rock climbing, yaitu teknik pemanjatan yang dilakukan secara bertahap pada jalur yang memiliki lebih dari satu pitch atau etape pemanjatan.Teknik ini dilaksanakan oleh dua orang pemanjat yang bekerja sebagai satu tim.Dalam praktiknya, pemanjat pertama (leader) memulai pemanjatan terlebih dahulu sambil memasang titik-titik pengaman hingga mencapai belay station. Setelah posisinya aman, leader kemudian membelay pemanjat kedua (second/follower) dari atas. Selanjutnya, pemanjat kedua memanjat jalur yang sama sambil melepaskan perlengkapan pengaman yang telah dipasang oleh leader hingga keduanya berada pada belay station yang sama. Proses tersebut diulangi pada setiap pitch hingga seluruh jalur pemanjatan berhasil diselesaikan.Pelaksanaan materi ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam melakukan pemanjatan tebing alam secara aman, meningkatkan komunikasi dan kerja sama antarpemanjat, serta melatih penguasaan penggunaan peralatan dan sistem pengamanan sesuai dengan standar keselamatan panjat tebing. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami dan menerapkan teknik rock climbing dan multi-pitch rock climbing dengan baik sebagai bekal dalam kegiatan ekspedisi maupun aktivitas kepencintaalaman di masa mendatang.
Baca selengkapnya
Gaungkan Semangat Persatuan, Kombes Pol Sigit Wujudkan Pati Damai dan Sejuk
Time-Indonesia.my.id, PATI - Semangat kebersamaan mewarnai malam penyambutan Kapolresta Pati yang baru, Kombes Pol. Sigit, S.I.K., M.H di Pendopo Kabupaten PatiUsai prosesi pelepasan Kapolresta sebelumnya, Kombes Pol. Jaka Wahyudi, serta serah terima jabatan, Kamis (30/7/2026).Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Sigit menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan latar belakang.Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.Ia mengajak SMSI, PWI, IJTI Muria Raya Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, insan pers, LSM, kalangan pemuda hingga seluruh wargaUntuk terus memperkuat persatuan, demi mewujudkan Kabupaten Pati yang aman, damai, dan penuh rasa kekeluargaan."Kami siap berjalan bersama seluruh stakeholder. Setiap kritik, saran, dan masukan akan menjadi energi positif, untuk membangun Kabupaten Pati lebih baik," ujar Kombes Pol. Sigit kepada wartawanPerwira menengah Polri itu juga menambahkan, bahwa Polresta Pati akan mengedepankan pelayanan yang humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.Ruang komunikasi akan terus dibangun, agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kombes Pol. Sigit berharap budaya gotong royong dan toleransi terus terjagaSehingga Pati semakin dikenal sebagai daerah yang aman, nyaman, serta cinta damai", pungkasnya.
Baca selengkapnya
Hati Bersih Lebih Mulia
Time-Indonesia.my.id, 31 Juli 2026Penampilan yang rapi memang dianjurkan dalam Islam, namun kemuliaan seorang manusia tidak pernah diukur dari pakaian yang dikenakannya. Allah melihat hati, iman, dan amal saleh yang menghiasi kehidupannya. Sebab itu, membersihkan hati dari kesombongan, iri, dengki, dan riya jauh lebih penting daripada sekadar memperindah penampilan lahir yang hanya dinilai oleh pandangan manusia.Ungkapan, "Hati yang bersih dalam baju yang kotor lebih baik daripada hati yang kotor dalam baju yang bersih," bukanlah ajaran yang mengajak seseorang mengabaikan kebersihan diri. Islam justru mengajarkan agar seorang muslim menjaga kebersihan lahir sekaligus kebersihan batin. Akan tetapi, ungkapan tersebut mengingatkan bahwa pakaian yang indah tidak akan mampu menutupi hati yang dipenuhi kesombongan, kebencian, kemunafikan, dan kezaliman. Sebaliknya, seseorang yang sederhana penampilannya tetapi memiliki hati yang bersih, penuh keikhlasan, kasih sayang, dan ketakwaan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.Al-Qur'an menegaskan bahwa ukuran kemuliaan manusia bukanlah harta, kedudukan, penampilan, maupun keturunan, melainkan ketakwaan.يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌArtinya:"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." (QS. Al Hujurat: 13).Ayat ini menjadi landasan bahwa hati yang dipenuhi ketakwaan jauh lebih bernilai daripada penampilan yang hanya memancarkan kemewahan lahiriah. Ketakwaan lahir dari hati yang senantiasa mengingat Allah, takut berbuat dosa, serta berusaha memperbaiki diri setiap waktu.Rasulullah SAW juga memberikan penjelasan yang sangat tegas tentang apa yang menjadi penilaian Allah terhadap manusia.إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْArtinya:"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan tidak pula harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim).Hadis ini mengingatkan bahwa kecantikan wajah, kemewahan pakaian, kendaraan yang mahal, maupun rumah yang megah sama sekali tidak menjadi ukuran kemuliaan di sisi Allah apabila hati dipenuhi penyakit. Yang dinilai adalah kebersihan hati dan amal yang dilakukan dengan ikhlas.Hati merupakan pusat dari seluruh perilaku manusia. Jika hati bersih, maka ucapan menjadi lembut, pandangan terjaga, tangan tidak mudah menyakiti, dan langkah selalu diarahkan menuju kebaikan. Sebaliknya, ketika hati telah dipenuhi iri hati, dendam, sombong, riya, dan cinta dunia yang berlebihan, maka semua anggota tubuh akan mengikuti kerusakan itu.Rasulullah SAW bersabda:أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُArtinya:"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim).Karena itulah Islam sangat menekankan pentingnya tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Membersihkan hati bukan pekerjaan sehari atau dua hari, melainkan perjuangan sepanjang hidup. Setiap hari manusia harus memeriksa dirinya. Apakah masih ada rasa iri ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat? Apakah masih ada kesombongan ketika memperoleh jabatan? Apakah masih ada riya ketika beribadah? Semua itu adalah noda yang perlahan mengotori hati.Allah SWT berfirman:قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَاArtinya:"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." (QS. Asy Syams: 9–10).Menyucikan hati dilakukan dengan memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir, memperbaiki salat, bersedekah, memaafkan kesalahan orang lain, menjauhi ghibah, mengendalikan amarah, serta terus belajar merendahkan hati di hadapan Allah. Hati yang bersih juga tumbuh ketika seseorang ikhlas menolong tanpa berharap pujian, berbuat baik tanpa mengharap balasan, dan mampu mendoakan kebaikan bagi orang yang pernah menyakitinya.Meski demikian, Islam tidak mengajarkan agar seseorang sengaja berpakaian kotor atau mengabaikan kebersihan. Kebersihan adalah bagian dari akhlak seorang muslim. Rasulullah SAW menyukai pakaian yang bersih dan rapi. Allah juga berfirman:يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍArtinya:"Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid." (QS. Al A'raf: 31).Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga penampilan tetap merupakan bagian dari adab seorang mukmin. Namun, pakaian yang bersih harus menjadi cerminan dari hati yang juga bersih. Jangan sampai pakaian terlihat putih, tetapi hati dipenuhi kebencian. Jangan sampai senyum tampak ramah, tetapi di baliknya tersimpan tipu daya. Jangan sampai lisan dipenuhi nasihat, sementara hati dipenuhi kesombongan.Kehidupan manusia akan berakhir di hadapan Allah tanpa membawa pakaian terbaik, perhiasan, ataupun kemewahan dunia. Yang akan dibawa hanyalah hati yang bersih dan amal yang diterima. Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa memperindah lahir dengan kebersihan dan kerapian, sekaligus mempercantik batin dengan iman, keikhlasan, ketakwaan, serta akhlak yang mulia. Sebab hati yang bersih akan memancarkan cahaya dalam setiap ucapan, perilaku, dan keputusan hidup, hingga kelak mengantarkan pemiliknya menuju keridaan Allah SWT dan memperoleh kebahagiaan yang abadi di dunia maupun di akhirat.
Baca selengkapnya
Asops Kasal Pimpin Evaluasi Operasi TNI AL, Perkuat Kesiapsiagaan dan Efektivitas Pelaksan...
Time-Indonesia.my.id, Jakarta - Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla, Kamis (30/7-26), memimpin Rapat Evaluasi Operasi TNI Angkatan Laut Semester I Tahun Anggaran 2026 di Selasar Atas Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.Kegiatan itu bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan operasi TNI AL, selama Semester I TA 2026 sebagai momentum untuk belanja masalah dalam bidang operasi dan diplomasi. Sehingga didapatkan bahan perbaikan, dalam meningkatkan efektivitas dan produktifitas tugas-tugas yang diamanatkan kepada TNI Angkatan Laut pada semester berikutnya. Selain itu, rapat juga membahas kesiapan Satgas Sailing Pass dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026.Dalam sambutannya, Asops Kasal menekankan bahwa evaluasi operasi merupakan bagian penting dari proses pembinaan operasi yang harus dilaksanakan secara objektif, komprehensif, dan berorientasi pada penyempurnaan pelaksanaan tugas. Operasi TNI AL juga merupakan kontribusi konkrit dalam mendukung kebijakan dan program strategis Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, serta menindak lanjuti arahan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Khususnya, melalui penguatan ketahanan nasional, perlindungan sumber daya alam, pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan pemerataan pembangunan. Sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, TNI AL memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas keamanan maritim agar pembangunan nasional dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan.Lebih lanjut Asops Kasal menyampaikan, bahwa Presiden RI memberikan perhatian besar terhadap kontribusi nyata TNI AL dalam mengamankan kepentingan nasional di laut, diantaranya melalui keberhasilan mengungkap penyelundupan narkotika, mengamankan sumber daya alam strategis seperti pasir timah, serta menggagalkan berbagai aktivitas ilegal yang merugikan negara. Oleh karena itu, seluruh jajaran operasi TNI AL diharapkan terus meningkatkan efektivitas operasi, menghadirkan kontribusi konkrit bagi masyarakat, serta menjaga profesionalisme dan citra positif institusi dalam setiap pelaksanaan tugas.Rangkaian kegiatan tersebut, diisi dengan paparan kesiapan Satgas Sailing Pass HUT ke-81 TNI Tahun 2026 dan dilanjutkan dengan paparan evaluasi operasi dari jajaran Kotama Operasi, serta penyampaian hasil pengawasan internal sebagai bahan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan operasi ke depan.Melalui rapat evaluasi itu, diharapkan terwujud kesamaan persepsi serta langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan operasi TNI AL. Sehingga setiap satuan/unsur, mampu melaksanakan tugas secara optimal dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut nasional.Kegiatan dilaksanakan sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya membangun kesiapan operasi, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat sinergi antar unsur guna mewujudkan TNI AL yang modern, tangguh, dan siap menghadapi setiap tantangan tugas kedepan.
Baca selengkapnya
Ungkap Kasus Penyalahgunaan Tembakau Sintetis, Polres Garut Tangkap Dua Terduga Pelaku
Time-Indonesia.my.id,- Garut – Satresnarkoba Polres Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika dengan mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang diduga berupa tembakau sintetis serta cairan atau bibit tembakau sintetis di wilayah Kabupaten Garut.Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis, 23 Juli 2026 di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua orang tersangka masing-masing berinisial R.M. (20) dan K. (29) yang merupakan warga Kecamatan Tarogong Kidul.Dari tangan kedua tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika yang diduga jenis tembakau sintetis dengan berat bruto keseluruhan 47,6 gram, cairan atau bibit tembakau sintetis sebanyak 64 ml, serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk meracik, mengemas, dan mendistribusikan narkotika. Polisi juga menyita dua unit telepon genggam, timbangan digital, alat pengaduk, botol spray, plastik klip, serta barang bukti pendukung lainnya.Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan awal, kedua tersangka diduga berperan membantu proses penerimaan bahan baku, meracik, mengemas, menyimpan hingga mendistribusikan tembakau sintetis atas arahan seseorang berinisial G yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. Hasil interogasi juga mengungkap bahwa kedua tersangka telah beberapa kali melakukan aktivitas tersebut dan memperoleh imbalan atas pekerjaannya.Selain itu, narkotika yang telah diracik diduga dipasarkan melalui media sosial dan ditempatkan di sejumlah lokasi sesuai arahan jaringan yang mengendalikan peredaran barang haram tersebut.Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Garut guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga tengah melakukan pengembangan untuk mengungkap asal-usul barang bukti serta memburu jaringan lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.(Tim)
Baca selengkapnya
Muslihan : Sinergitas Polri dan Masyarakat Jadi Kunci Pati Kondusif
Time-Indonesia.my.id,- PATI - Pergantian pucuk pimpinan di Polresta Pati menjadi momentum penting, untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD dan seluruh elemen masyarakat.
Baca selengkapnya
Panggung Terlambat Bantahan Kopdes Merah Putih
Time-Indonesia.my.id, 29 Juli 2026
Bagaimana sebuah isu yang belum terkonfirmasi mampu bertahan selama dua pekan, diperdebatkan dalam forum resmi DPR RI, dijawab berbeda oleh sejumlah pejabat negara, dan baru memperoleh bantahan tegas di penghujung polemik? Peristiwa kipas angin Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak semata berbicara tentang benar atau salahnya sebuah informasi, tetapi juga menghadirkan pelajaran penting mengenai transparansi anggaran, koordinasi birokrasi, dan komunikasi publik pemerintahan yang responsif.Polemik ini bermula ketika informasi mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun beredar luas di media sosial. Angka yang fantastis tersebut dengan cepat menarik perhatian publik karena dikaitkan dengan program Kopdes Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. Persoalannya bukan sekadar besarnya nilai pengadaan yang dipersoalkan masyarakat, melainkan juga belum tersedianya penjelasan resmi yang utuh dan mudah dipahami publik pada fase awal berkembangnya isu.Perjalanan isu ini kemudian memasuki ruang yang lebih formal ketika dipertanyakan dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Koperasi pada 15 Juli 2026. Anggota DPR Mufti Anam menyampaikan bahwa pihaknya belum menemukan dokumen resmi pemerintah yang secara tegas membenarkan ataupun membantah pengadaan tersebut. Pertanyaan yang diajukan sesungguhnya sederhana, yakni apakah pengadaan itu memang tercantum dalam perencanaan program atau justru merupakan informasi yang keliru sejak awal.Jawaban yang muncul justru memperlihatkan persoalan lain yang tidak kalah penting. Kementerian Koperasi menyatakan pengadaan tersebut bukan berada dalam kewenangannya. Beberapa hari kemudian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku tidak mengetahui secara rinci pengadaan barang dalam program tersebut dan menjelaskan bahwa pelaksanaannya berada pada pihak lain. Publik pun dihadapkan pada beragam penjelasan yang belum mampu menjawab pertanyaan mendasar mengenai ada atau tidaknya pengadaan tersebut.Situasi semakin menarik perhatian ketika Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara meminta media menunggu hingga polemik tersebut semakin ramai sebelum memberikan penjelasan. Pernyataan demikian mungkin dimaksudkan untuk menunggu data yang lebih lengkap, tetapi dalam perspektif komunikasi publik justru dapat menimbulkan ruang kosong informasi. Pada era digital, ruang kosong informasi hampir selalu akan diisi oleh spekulasi, asumsi, dan berbagai interpretasi yang belum tentu sesuai dengan fakta.Dalam tata kelola pemerintahan modern, kecepatan merespons informasi sama pentingnya dengan ketepatan substansi penjelasan yang diberikan. Keterlambatan komunikasi publik sering kali menyebabkan sebuah isu berkembang melampaui substansi awalnya. Ketika publik tidak memperoleh jawaban yang jelas, maka yang diperdebatkan bukan lagi pokok persoalannya, melainkan juga kompetensi koordinasi antarinstansi dalam mengelola informasi.Barulah pada 28 Juli 2026 Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan bantahan secara tegas terhadap isu tersebut. Ia menyatakan tidak terdapat pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun sebagaimana yang berkembang di tengah masyarakat. Penjelasan tersebut disertai dengan pemaparan struktur pembiayaan pembangunan setiap unit Kopdes Merah Putih yang meliputi pembangunan gedung, kendaraan operasional, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang masih berada dalam proses verifikasi dan pengawasan oleh aparat yang berwenang.Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pembangunan satu unit koperasi memerlukan pembiayaan yang cukup besar karena tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga berbagai sarana operasional yang diperlukan. Keterlibatan TNI dalam pembangunan disebut mampu menekan biaya konstruksi sehingga lebih efisien dibandingkan dengan perhitungan awal yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah juga menegaskan bahwa proses penganggaran akan diawasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Badan Pemeriksa Keuangan.Bantahan tersebut memang memberikan jawaban terhadap isu yang beredar, tetapi belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang lebih luas dari publik. Mengapa penjelasan resmi baru disampaikan setelah dua pekan polemik berlangsung? Mengapa informasi yang disampaikan oleh sejumlah pejabat negara tampak belum terkoordinasi secara optimal? Dan mengapa publik harus menunggu begitu lama untuk memperoleh penjelasan yang sebenarnya dapat diberikan lebih awal?Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk diajukan karena yang dipertaruhkan sesungguhnya bukan sekadar lurus atau tidaknya informasi mengenai kipas angin Rp1,8 triliun. Yang jauh lebih penting adalah terjaganya kepercayaan publik terhadap tata kelola program strategis pemerintah. Kepercayaan publik dibangun melalui dua hal yang berjalan beriringan, yakni kebijakan yang baik dan komunikasi yang baik.Polemik Kopdes Merah Putih juga memberikan pelajaran bahwa transparansi anggaran tidak cukup hanya diwujudkan melalui konferensi pers. Pemerintah perlu menghadirkan sistem informasi publik yang memungkinkan masyarakat mengetahui komponen pembiayaan program secara berkala, sederhana, dan mudah diakses. Semakin besar anggaran yang dikelola negara, semakin besar pula kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat diverifikasi.Sudah saatnya komunikasi publik pemerintahan tidak lagi bersifat reaktif dengan menunggu sebuah isu menjadi viral terlebih dahulu. Penjelasan yang cepat dan berbasis data justru menjadi instrumen paling efektif dalam mencegah berkembangnya disinformasi. Keterbukaan informasi bukanlah beban tambahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, melainkan investasi penting untuk menjaga legitimasi kebijakan di mata masyarakat.Polemik kipas angin Rp1,8 triliun mengajarkan bahwa sebuah program besar memerlukan koordinasi besar pula dalam penyampaian informasinya. Bantahan yang benar tetap penting disampaikan, tetapi respons yang cepat, transparan, dan terkoordinasi akan jauh lebih bernilai dalam menjaga kepercayaan publik. Sebab dalam demokrasi modern, masyarakat tidak hanya berhak mengetahui apa yang dilakukan pemerintah, tetapi juga berhak memperoleh penjelasan yang utuh, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Baca selengkapnya
Bagaimana sebuah isu yang belum terkonfirmasi mampu bertahan selama dua pekan, diperdebatkan dalam forum resmi DPR RI, dijawab berbeda oleh sejumlah pejabat negara, dan baru memperoleh bantahan tegas di penghujung polemik? Peristiwa kipas angin Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak semata berbicara tentang benar atau salahnya sebuah informasi, tetapi juga menghadirkan pelajaran penting mengenai transparansi anggaran, koordinasi birokrasi, dan komunikasi publik pemerintahan yang responsif.Polemik ini bermula ketika informasi mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun beredar luas di media sosial. Angka yang fantastis tersebut dengan cepat menarik perhatian publik karena dikaitkan dengan program Kopdes Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. Persoalannya bukan sekadar besarnya nilai pengadaan yang dipersoalkan masyarakat, melainkan juga belum tersedianya penjelasan resmi yang utuh dan mudah dipahami publik pada fase awal berkembangnya isu.Perjalanan isu ini kemudian memasuki ruang yang lebih formal ketika dipertanyakan dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Koperasi pada 15 Juli 2026. Anggota DPR Mufti Anam menyampaikan bahwa pihaknya belum menemukan dokumen resmi pemerintah yang secara tegas membenarkan ataupun membantah pengadaan tersebut. Pertanyaan yang diajukan sesungguhnya sederhana, yakni apakah pengadaan itu memang tercantum dalam perencanaan program atau justru merupakan informasi yang keliru sejak awal.Jawaban yang muncul justru memperlihatkan persoalan lain yang tidak kalah penting. Kementerian Koperasi menyatakan pengadaan tersebut bukan berada dalam kewenangannya. Beberapa hari kemudian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku tidak mengetahui secara rinci pengadaan barang dalam program tersebut dan menjelaskan bahwa pelaksanaannya berada pada pihak lain. Publik pun dihadapkan pada beragam penjelasan yang belum mampu menjawab pertanyaan mendasar mengenai ada atau tidaknya pengadaan tersebut.Situasi semakin menarik perhatian ketika Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara meminta media menunggu hingga polemik tersebut semakin ramai sebelum memberikan penjelasan. Pernyataan demikian mungkin dimaksudkan untuk menunggu data yang lebih lengkap, tetapi dalam perspektif komunikasi publik justru dapat menimbulkan ruang kosong informasi. Pada era digital, ruang kosong informasi hampir selalu akan diisi oleh spekulasi, asumsi, dan berbagai interpretasi yang belum tentu sesuai dengan fakta.Dalam tata kelola pemerintahan modern, kecepatan merespons informasi sama pentingnya dengan ketepatan substansi penjelasan yang diberikan. Keterlambatan komunikasi publik sering kali menyebabkan sebuah isu berkembang melampaui substansi awalnya. Ketika publik tidak memperoleh jawaban yang jelas, maka yang diperdebatkan bukan lagi pokok persoalannya, melainkan juga kompetensi koordinasi antarinstansi dalam mengelola informasi.Barulah pada 28 Juli 2026 Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan bantahan secara tegas terhadap isu tersebut. Ia menyatakan tidak terdapat pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun sebagaimana yang berkembang di tengah masyarakat. Penjelasan tersebut disertai dengan pemaparan struktur pembiayaan pembangunan setiap unit Kopdes Merah Putih yang meliputi pembangunan gedung, kendaraan operasional, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang masih berada dalam proses verifikasi dan pengawasan oleh aparat yang berwenang.Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pembangunan satu unit koperasi memerlukan pembiayaan yang cukup besar karena tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga berbagai sarana operasional yang diperlukan. Keterlibatan TNI dalam pembangunan disebut mampu menekan biaya konstruksi sehingga lebih efisien dibandingkan dengan perhitungan awal yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah juga menegaskan bahwa proses penganggaran akan diawasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Badan Pemeriksa Keuangan.Bantahan tersebut memang memberikan jawaban terhadap isu yang beredar, tetapi belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang lebih luas dari publik. Mengapa penjelasan resmi baru disampaikan setelah dua pekan polemik berlangsung? Mengapa informasi yang disampaikan oleh sejumlah pejabat negara tampak belum terkoordinasi secara optimal? Dan mengapa publik harus menunggu begitu lama untuk memperoleh penjelasan yang sebenarnya dapat diberikan lebih awal?Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk diajukan karena yang dipertaruhkan sesungguhnya bukan sekadar lurus atau tidaknya informasi mengenai kipas angin Rp1,8 triliun. Yang jauh lebih penting adalah terjaganya kepercayaan publik terhadap tata kelola program strategis pemerintah. Kepercayaan publik dibangun melalui dua hal yang berjalan beriringan, yakni kebijakan yang baik dan komunikasi yang baik.Polemik Kopdes Merah Putih juga memberikan pelajaran bahwa transparansi anggaran tidak cukup hanya diwujudkan melalui konferensi pers. Pemerintah perlu menghadirkan sistem informasi publik yang memungkinkan masyarakat mengetahui komponen pembiayaan program secara berkala, sederhana, dan mudah diakses. Semakin besar anggaran yang dikelola negara, semakin besar pula kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat diverifikasi.Sudah saatnya komunikasi publik pemerintahan tidak lagi bersifat reaktif dengan menunggu sebuah isu menjadi viral terlebih dahulu. Penjelasan yang cepat dan berbasis data justru menjadi instrumen paling efektif dalam mencegah berkembangnya disinformasi. Keterbukaan informasi bukanlah beban tambahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, melainkan investasi penting untuk menjaga legitimasi kebijakan di mata masyarakat.Polemik kipas angin Rp1,8 triliun mengajarkan bahwa sebuah program besar memerlukan koordinasi besar pula dalam penyampaian informasinya. Bantahan yang benar tetap penting disampaikan, tetapi respons yang cepat, transparan, dan terkoordinasi akan jauh lebih bernilai dalam menjaga kepercayaan publik. Sebab dalam demokrasi modern, masyarakat tidak hanya berhak mengetahui apa yang dilakukan pemerintah, tetapi juga berhak memperoleh penjelasan yang utuh, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Baca selengkapnya
Panggung Terlambat Bantahan Kopdes Merah Putih
Time-Indonesia.my.id, 29 Juli 2026.
Baca selengkapnya
Mengapa Ekonomi Iran Tak Mudah Runtuh
Time-Indonesia.my.id, 29 Juli 2026.
Di banyak negara, perang berkepanjangan, embargo ekonomi, dan tekanan inflasi sering menjadi awal dari keruntuhan negara. Produksi berhenti, investasi menghilang, mata uang terpuruk, dan pemerintah kehilangan kemampuan membiayai layanan publik. Namun Iran memperlihatkan fenomena berbeda. Di tengah konflik militer, sanksi ekonomi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, serta tekanan politik internasional yang terus meningkat, negara itu masih mampu menjaga roda pemerintahannya tetap berjalan. Paradoks inilah yang menjadikan Iran sebagai salah satu studi kasus paling menarik dalam ekonomi politik modern.Pandangan umum sering menyederhanakan persoalan dengan menganggap sanksi ekonomi akan otomatis melumpuhkan sebuah negara. Dalam praktiknya, hubungan antara sanksi dan keruntuhan ekonomi jauh lebih kompleks. Sanksi memang mempersempit ruang gerak perdagangan, membatasi akses terhadap sistem keuangan internasional, menghambat investasi asing, serta mengurangi kemampuan memperoleh teknologi. Namun, keberhasilan atau kegagalannya sangat ditentukan oleh kemampuan negara sasaran membangun mekanisme adaptasi.Iran merupakan contoh nyata bagaimana tekanan eksternal tidak selalu menghasilkan kehancuran total. Selama lebih dari empat dekade hidup di bawah berbagai bentuk sanksi internasional, pemerintah Iran dipaksa mengembangkan pola ekonomi yang lebih bertumpu pada kemampuan domestik. Ketergantungan terhadap impor secara bertahap dikurangi, sementara berbagai sektor produksi dalam negeri didorong untuk memenuhi kebutuhan nasional. Proses tersebut memang tidak berlangsung tanpa biaya, tetapi menciptakan fondasi ketahanan yang tidak dimiliki banyak negara lain.Ekonom kesejahteraan Hadi Kahalzadeh menjelaskan bahwa keruntuhan ekonomi secara teknis tidak cukup diukur hanya dari tingginya inflasi atau lemahnya nilai mata uang. Sebuah negara baru dapat dikatakan mengalami keruntuhan ketika pemerintah kehilangan kemampuan membayar aparatur negara, gagal menyediakan layanan dasar, distribusi pangan terhenti, dan terjadi kelaparan dalam skala luas. Hingga saat ini, indikator-indikator ekstrem tersebut belum terjadi secara menyeluruh di Iran. Pemerintahan masih berfungsi, birokrasi tetap berjalan, dan pelayanan publik masih tersedia meskipun kualitasnya menghadapi berbagai tekanan.Ketahanan tersebut tidak berarti perekonomian Iran berada dalam kondisi sehat. Inflasi yang tinggi telah berlangsung bertahun-tahun dan terus menggerus daya beli masyarakat. Nilai mata uang rial mengalami pelemahan tajam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, sementara biaya hidup meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan. Bagi sebagian besar keluarga Iran, bertahan hidup menjadi semakin sulit. Dengan demikian, negara memang belum runtuh, tetapi kesejahteraan masyarakat mengalami penurunan yang nyata.Di sinilah letak paradoks ekonomi Iran. Negara masih mampu mempertahankan stabilitas institusi, tetapi biaya mempertahankan stabilitas itu sebagian besar dialihkan kepada masyarakat. Pemerintah tetap membayar pegawai negeri, menjaga pelayanan dasar, serta mempertahankan berbagai subsidi. Sebaliknya, rumah tangga harus menghadapi harga pangan yang terus naik, tabungan yang tergerus inflasi, dan semakin terbatasnya kesempatan memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai.Kebijakan subsidi menjadi salah satu instrumen utama yang menjaga keseimbangan tersebut. Pemerintah mempertahankan subsidi energi, bahan bakar, listrik, serta berbagai kebutuhan pokok agar lonjakan harga tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat. Selain itu, berbagai program bantuan tunai juga diberikan kepada kelompok berpendapatan rendah. Kebijakan ini memang membantu menjaga stabilitas sosial dalam jangka pendek, tetapi sekaligus meningkatkan beban fiskal negara yang harus terus mencari sumber pembiayaan di tengah keterbatasan akibat sanksi.Kemampuan Iran bertahan juga ditopang oleh struktur ekonominya yang relatif beragam. Walaupun minyak tetap menjadi komoditas strategis, aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada ekspor energi. Sektor pertanian, industri manufaktur, petrokimia, farmasi, perdagangan domestik, serta usaha kecil dan menengah masih menjadi penggerak penting perekonomian nasional. Diversifikasi inilah yang membuat guncangan pada satu sektor tidak langsung melumpuhkan keseluruhan sistem ekonomi.Dalam beberapa tahun terakhir, Iran juga memperluas hubungan dagang dengan negara-negara yang tidak sepenuhnya mengikuti rezim sanksi Barat. Kerja sama perdagangan dengan sejumlah negara di Asia menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan arus ekspor maupun impor. Berbagai mekanisme pembayaran alternatif juga dikembangkan guna mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan global yang didominasi negara-negara Barat. Langkah tersebut tidak menghapus dampak sanksi, tetapi mampu mengurangi sebagian tekanannya.Pengalaman Iran memperlihatkan bahwa ketahanan ekonomi bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya produk domestik bruto atau tingginya cadangan devisa. Ketahanan juga dipengaruhi oleh kemampuan negara membangun institusi yang tetap berfungsi ketika menghadapi krisis. Selama pemerintah masih mampu menjalankan administrasi, mengumpulkan penerimaan negara, menjaga distribusi kebutuhan pokok, dan mempertahankan pelayanan dasar, peluang untuk menghindari keruntuhan total tetap terbuka.Namun, daya tahan bukanlah sesuatu yang tanpa batas. Perang yang berkepanjangan akan terus menguras anggaran negara, merusak infrastruktur, menghambat investasi, dan meningkatkan ketidakpastian dunia usaha. Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula biaya ekonomi yang harus ditanggung. Pemulihan pascakonflik pun tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena membutuhkan stabilitas politik, kepastian hukum, serta kepercayaan investor yang selama ini terkikis akibat konflik dan sanksi.Kasus Iran juga memberikan pelajaran penting bahwa efektivitas sanksi ekonomi memiliki batas. Sanksi memang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, menurunkan investasi, dan meningkatkan biaya produksi. Namun, apabila negara sasaran memiliki kapasitas adaptasi yang kuat, tekanan tersebut tidak selalu berujung pada keruntuhan pemerintahan. Dalam banyak kasus, justru masyarakat yang menanggung beban paling besar melalui penurunan kualitas hidup, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan menyusutnya peluang ekonomi.Karena itu, mengukur keberhasilan sanksi hanya dari belum runtuhnya sebuah negara merupakan pendekatan yang terlalu sederhana. Ukuran yang lebih tepat adalah melihat bagaimana kualitas hidup masyarakat berubah, bagaimana distribusi beban ekonomi berlangsung, serta apakah kebijakan pemerintah mampu melindungi kelompok paling rentan. Dari perspektif ini, Iran memang berhasil mempertahankan keberlangsungan negaranya, tetapi keberhasilan tersebut dibayar dengan pengorbanan sosial dan ekonomi yang tidak ringan.Pertanyaan yang paling relevan bukan lagi mengapa ekonomi Iran belum ambruk, melainkan bagaimana sebuah negara dapat tetap bertahan di tengah tekanan yang luar biasa besar. Jawabannya tidak terletak pada satu faktor tunggal, melainkan pada kombinasi antara diversifikasi ekonomi, kapasitas institusi negara, kebijakan subsidi, kemampuan beradaptasi terhadap sanksi, serta daya tahan masyarakat yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Ketahanan itu memang berhasil mencegah keruntuhan total, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa bertahannya sebuah negara tidak selalu berarti rakyatnya hidup dalam kesejahteraan. Justru di balik statistik yang menunjukkan negara tetap berdiri, tersimpan kisah panjang tentang masyarakat yang harus terus menanggung beban agar roda negara tetap berputar. Baca selengkapnya
Di banyak negara, perang berkepanjangan, embargo ekonomi, dan tekanan inflasi sering menjadi awal dari keruntuhan negara. Produksi berhenti, investasi menghilang, mata uang terpuruk, dan pemerintah kehilangan kemampuan membiayai layanan publik. Namun Iran memperlihatkan fenomena berbeda. Di tengah konflik militer, sanksi ekonomi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, serta tekanan politik internasional yang terus meningkat, negara itu masih mampu menjaga roda pemerintahannya tetap berjalan. Paradoks inilah yang menjadikan Iran sebagai salah satu studi kasus paling menarik dalam ekonomi politik modern.Pandangan umum sering menyederhanakan persoalan dengan menganggap sanksi ekonomi akan otomatis melumpuhkan sebuah negara. Dalam praktiknya, hubungan antara sanksi dan keruntuhan ekonomi jauh lebih kompleks. Sanksi memang mempersempit ruang gerak perdagangan, membatasi akses terhadap sistem keuangan internasional, menghambat investasi asing, serta mengurangi kemampuan memperoleh teknologi. Namun, keberhasilan atau kegagalannya sangat ditentukan oleh kemampuan negara sasaran membangun mekanisme adaptasi.Iran merupakan contoh nyata bagaimana tekanan eksternal tidak selalu menghasilkan kehancuran total. Selama lebih dari empat dekade hidup di bawah berbagai bentuk sanksi internasional, pemerintah Iran dipaksa mengembangkan pola ekonomi yang lebih bertumpu pada kemampuan domestik. Ketergantungan terhadap impor secara bertahap dikurangi, sementara berbagai sektor produksi dalam negeri didorong untuk memenuhi kebutuhan nasional. Proses tersebut memang tidak berlangsung tanpa biaya, tetapi menciptakan fondasi ketahanan yang tidak dimiliki banyak negara lain.Ekonom kesejahteraan Hadi Kahalzadeh menjelaskan bahwa keruntuhan ekonomi secara teknis tidak cukup diukur hanya dari tingginya inflasi atau lemahnya nilai mata uang. Sebuah negara baru dapat dikatakan mengalami keruntuhan ketika pemerintah kehilangan kemampuan membayar aparatur negara, gagal menyediakan layanan dasar, distribusi pangan terhenti, dan terjadi kelaparan dalam skala luas. Hingga saat ini, indikator-indikator ekstrem tersebut belum terjadi secara menyeluruh di Iran. Pemerintahan masih berfungsi, birokrasi tetap berjalan, dan pelayanan publik masih tersedia meskipun kualitasnya menghadapi berbagai tekanan.Ketahanan tersebut tidak berarti perekonomian Iran berada dalam kondisi sehat. Inflasi yang tinggi telah berlangsung bertahun-tahun dan terus menggerus daya beli masyarakat. Nilai mata uang rial mengalami pelemahan tajam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, sementara biaya hidup meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan. Bagi sebagian besar keluarga Iran, bertahan hidup menjadi semakin sulit. Dengan demikian, negara memang belum runtuh, tetapi kesejahteraan masyarakat mengalami penurunan yang nyata.Di sinilah letak paradoks ekonomi Iran. Negara masih mampu mempertahankan stabilitas institusi, tetapi biaya mempertahankan stabilitas itu sebagian besar dialihkan kepada masyarakat. Pemerintah tetap membayar pegawai negeri, menjaga pelayanan dasar, serta mempertahankan berbagai subsidi. Sebaliknya, rumah tangga harus menghadapi harga pangan yang terus naik, tabungan yang tergerus inflasi, dan semakin terbatasnya kesempatan memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai.Kebijakan subsidi menjadi salah satu instrumen utama yang menjaga keseimbangan tersebut. Pemerintah mempertahankan subsidi energi, bahan bakar, listrik, serta berbagai kebutuhan pokok agar lonjakan harga tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat. Selain itu, berbagai program bantuan tunai juga diberikan kepada kelompok berpendapatan rendah. Kebijakan ini memang membantu menjaga stabilitas sosial dalam jangka pendek, tetapi sekaligus meningkatkan beban fiskal negara yang harus terus mencari sumber pembiayaan di tengah keterbatasan akibat sanksi.Kemampuan Iran bertahan juga ditopang oleh struktur ekonominya yang relatif beragam. Walaupun minyak tetap menjadi komoditas strategis, aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada ekspor energi. Sektor pertanian, industri manufaktur, petrokimia, farmasi, perdagangan domestik, serta usaha kecil dan menengah masih menjadi penggerak penting perekonomian nasional. Diversifikasi inilah yang membuat guncangan pada satu sektor tidak langsung melumpuhkan keseluruhan sistem ekonomi.Dalam beberapa tahun terakhir, Iran juga memperluas hubungan dagang dengan negara-negara yang tidak sepenuhnya mengikuti rezim sanksi Barat. Kerja sama perdagangan dengan sejumlah negara di Asia menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan arus ekspor maupun impor. Berbagai mekanisme pembayaran alternatif juga dikembangkan guna mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan global yang didominasi negara-negara Barat. Langkah tersebut tidak menghapus dampak sanksi, tetapi mampu mengurangi sebagian tekanannya.Pengalaman Iran memperlihatkan bahwa ketahanan ekonomi bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya produk domestik bruto atau tingginya cadangan devisa. Ketahanan juga dipengaruhi oleh kemampuan negara membangun institusi yang tetap berfungsi ketika menghadapi krisis. Selama pemerintah masih mampu menjalankan administrasi, mengumpulkan penerimaan negara, menjaga distribusi kebutuhan pokok, dan mempertahankan pelayanan dasar, peluang untuk menghindari keruntuhan total tetap terbuka.Namun, daya tahan bukanlah sesuatu yang tanpa batas. Perang yang berkepanjangan akan terus menguras anggaran negara, merusak infrastruktur, menghambat investasi, dan meningkatkan ketidakpastian dunia usaha. Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula biaya ekonomi yang harus ditanggung. Pemulihan pascakonflik pun tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena membutuhkan stabilitas politik, kepastian hukum, serta kepercayaan investor yang selama ini terkikis akibat konflik dan sanksi.Kasus Iran juga memberikan pelajaran penting bahwa efektivitas sanksi ekonomi memiliki batas. Sanksi memang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, menurunkan investasi, dan meningkatkan biaya produksi. Namun, apabila negara sasaran memiliki kapasitas adaptasi yang kuat, tekanan tersebut tidak selalu berujung pada keruntuhan pemerintahan. Dalam banyak kasus, justru masyarakat yang menanggung beban paling besar melalui penurunan kualitas hidup, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan menyusutnya peluang ekonomi.Karena itu, mengukur keberhasilan sanksi hanya dari belum runtuhnya sebuah negara merupakan pendekatan yang terlalu sederhana. Ukuran yang lebih tepat adalah melihat bagaimana kualitas hidup masyarakat berubah, bagaimana distribusi beban ekonomi berlangsung, serta apakah kebijakan pemerintah mampu melindungi kelompok paling rentan. Dari perspektif ini, Iran memang berhasil mempertahankan keberlangsungan negaranya, tetapi keberhasilan tersebut dibayar dengan pengorbanan sosial dan ekonomi yang tidak ringan.Pertanyaan yang paling relevan bukan lagi mengapa ekonomi Iran belum ambruk, melainkan bagaimana sebuah negara dapat tetap bertahan di tengah tekanan yang luar biasa besar. Jawabannya tidak terletak pada satu faktor tunggal, melainkan pada kombinasi antara diversifikasi ekonomi, kapasitas institusi negara, kebijakan subsidi, kemampuan beradaptasi terhadap sanksi, serta daya tahan masyarakat yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Ketahanan itu memang berhasil mencegah keruntuhan total, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa bertahannya sebuah negara tidak selalu berarti rakyatnya hidup dalam kesejahteraan. Justru di balik statistik yang menunjukkan negara tetap berdiri, tersimpan kisah panjang tentang masyarakat yang harus terus menanggung beban agar roda negara tetap berputar. Baca selengkapnya
Panitia Klarifikasi Proses Pembentukan Pengurus BUMDes Wonoagung, Tegaskan Sesuai Mekanism...
Time-Indonesia.my.id,- Malang, – Menanggapi pemberitaan yang menyebut proses pembentukan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, tidak transparan dan sarat nepotisme, panitia pembentukan BUMDes memberikan klarifikasi bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.Panitia menjelaskan bahwa pembentukan pengurus BUMDes diawali dengan pembentukan panitia atau tim persiapan yang bertugas mempersiapkan seluruh tahapan pembentukan kepengurusan. Proses tersebut dilaksanakan melalui musyawarah yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan masyarakat sebagai bentuk keterbukaan dan partisipasi publik.Menurut panitia, tugas panitia bukan menentukan secara sepihak siapa yang menjadi Direktur maupun pengurus BUMDes, melainkan memfasilitasi proses seleksi, melakukan penjaringan calon, serta melakukan penilaian berdasarkan kompetensi, integritas, kapasitas, dan komitmen calon dalam mengembangkan BUMDes."Panitia pembentukan tidak pernah mengintervensi siapa yang harus menjadi Direktur ataupun pengurus BUMDes. Tugas panitia adalah menjalankan proses seleksi secara objektif sesuai mekanisme yang telah disepakati. Penentuan pengurus didasarkan pada kompetensi, integritas, dan kemampuan calon," ujar perwakilan panitia, Selasa (28/7/2026).Panitia juga membantah adanya anggapan bahwa selama proses pembentukan terdapat tekanan terhadap Ketua RT, Ketua RW, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun unsur masyarakat lainnya. Seluruh peserta yang hadir dalam tahapan pembentukan BUMDes disebut diberikan kesempatan untuk mengikuti proses secara terbuka tanpa adanya paksaan maupun intervensi dari panitia ataupun Pemerintah Desa."Panitia maupun Pemerintah Desa tidak pernah memberikan tekanan kepada RT, RW, BPD maupun unsur masyarakat lainnya dalam proses pembentukan Direktur BUMDes. Seluruh tahapan berjalan secara musyawarah dan sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama," tegasnya.Terkait adanya sorotan karena Direktur BUMDes merupakan keluarga Kepala Desa, panitia menegaskan bahwa hubungan kekerabatan/kekeluargaan bukan menjadi dasar dalam proses seleksi. Penilaian tetap mengacu pada potensi, kompetensi, dan integritas calon dalam mengelola BUMDes.Panitia juga menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan yang menjadi acuan pembentukan BUMDes, tidak terdapat aturan yang secara eksplisit melarang anggota keluarga Kepala Desa menjadi Direktur atau pengurus BUMDes. Yang terpenting adalah proses pembentukannya dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, serta mengedepankan kepentingan BUMDes dan masyarakat desa.Lebih lanjut, panitia menegaskan bahwa BUMDes merupakan badan usaha milik desa yang dibentuk untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan untuk kepentingan individu maupun kelompok tertentu. Karena itu, keberhasilan BUMDes memerlukan dukungan, pengawasan, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar mampu menjadi penggerak perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.Panitia berharap polemik yang berkembang tidak menghambat upaya membangun BUMDes yang profesional dan mandiri. Sebaliknya, seluruh pihak diajak untuk bersama-sama memberikan dukungan, masukan yang konstruktif, serta mengawal pengelolaan BUMDes agar berjalan secara transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa Wonoagung.Di akhir keterangannya, panitia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas desa dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi memecah persatuan warga. Apabila terdapat keberatan atau masukan terhadap pengelolaan BUMDes, masyarakat diharapkan menyampaikannya melalui mekanisme yang berlaku sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah, objektif, transparan, dan mengedepankan kepentingan bersama.Dengan semangat gotong royong, panitia optimistis BUMDes Desa Wonoagung dapat berkembang menjadi badan usaha desa yang profesional, transparan, mandiri, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.(Biro Malang)
Baca selengkapnya
Dukung Pembinaan dan Keamanan Pemasyarakatan, Kapolres Binjai Perkuat Sinergi dengan Lapas...
Time-Indonesia.my.id,- Binjai – Dalam rangka memperkuat sinergi antar Aparat Penegak Hukum (APH), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Binjai, AKBP R. Bimo Moernanda, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai.
Baca selengkapnya
Stay Connected
Kalender Hari Ini
-
-
00:00:00
Categories
Recent Articles
Popular Articles
Pilihan Editor
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungu...
Terkini
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Per...
Terkini
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, B...
Terkini
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kr...
Politik
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi I...
Terkini
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Me...
Politik
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langka...
Terkini
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Ken...
Terkini
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengel...
Terkini
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Do...
Terkini
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Di...
Terkini
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
Terkini
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
Terkini
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Ase...
Terkini
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jik...
Terkini
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
Terkini
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
Terkini
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Ama...
Terkini
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wira...
Terkini
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAU...
Terkini
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungu...
Terkini
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Per...
Terkini
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, B...
Terkini
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kr...
Politik
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi I...
Terkini
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Me...
Politik
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langka...
Terkini
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Ken...
Terkini
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengel...
Terkini
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Do...
Terkini
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Di...
Terkini
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
Terkini
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
Terkini
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Ase...
Terkini
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jik...
Terkini
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
Terkini
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
Terkini
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Ama...
Terkini
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wira...
Terkini
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAU...
Terkini
Ad
Recent Articles
•
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
•
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT
•
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat
•
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor
•
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia
•
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
•
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
•
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama
•
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
•
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit
Popular Articles
•
Polres Garut, Dinas Kesehatan, BPOM, dan BNNK Didesak Tingkatkan Pengawasan Dugaan Peredaran Obat Keras
•
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
•
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
•
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
•
Satreskrim Polres Garut Amankan Tersangka Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi